Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Sejarah Hari Guru Nasional dan Berdirinya PGRI tanggal 25 November


Sejarah Hari Guru Nasional dan Berdirinya PGRI tanggal 25 November - Sejarah Hari Guru Nasional yang ditetapkan pada tanggal 25 November bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Semula PGRI bernama PGHB (Persatuan Guru Hindia Belanda) yang didirikan pada tahun 1912 dengan beranggotakan dari guru bantu, guru desa, dan pemilik sekloah.

Baca Juga :Sejarah Pertempuran di Surabaya 10 November

    Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, tidak mudah bagi PGHB untuk memperjuangkan nasib anggotanya yang memiliki perbedaan latar belakang, pangkat, maupun status sosial. Selain PGHB banyak organisasi-organisasi guru yang berkembang seperti PGB (Persatuan Guru Bantu), PGD (Perserikatan Guru Desa), PNS (Perserikatan Normaalschool), NIOG (Nederlands Indische Onderwijs Genootschap.



     Kesadaran akan perjuangan yang sudah tumbuh sejak lama, mendorong guru pribumi memperjuangkan hak dan posisi terhadap pihak Belanda. Lambat laun jabatan Kepala HIS yang dulu selalu dijabat pihak Belanda sudah mulai pindah ke tangan orang Indonesia. Perjuangan guru yang semula hanya perbaikan nasib dan persamaan hak, seketika itu sudah mulai menjadi perjuangan nasional.

    Pada tahun 1932 PGHB diubah namanya menjadi PGI (Persatuan Guru Indonesia), perubahan nama tersebut mengejutkan pihak Belanda karena Belanada tidak senang dengan nama Indonesia yang mencerminkan semangat kebangsaan.

Baca Juga :Sejarah Perundingan Linggarjati

   Semasa pendudukan Jepang, semua organisasi ditutup termasuk sekolah-sekolah, hal ini menyebabkan PGI tidak dapat melakukan aktifitasnya. Sehingga saat Jepang menyerah kepada Sekutu dan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, para guru pribumi melakukan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945. Dengan semangat proklamasi, Kongres terebut menyepakati penghapusan organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, daerah pekerjaan, politik, suku dan semua yang mengandung SARA. Dan para guru mulai bersatu demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan pada kongres inilah pada tanggal 25 November 1945 berdiri Persatuan Guru Republik Indonesia dan juga ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional oleh pemerintah berdasarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994.



    Dengan semangat kemerdekaan, mereka mengisi kemerdekaan dengan 3 tujuan, yaitu :
1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia
2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan
3. Membela hak dan nasib buruh umumnya dan guru khususnya.

Nah itulah Sejarah Hari Guru Nasional, semoga dengan memahami perjuangan guru, para pelajar di Indonesia dapat menghormati guru-gurunya, dan para bapak ibu guru dapat lebih bijaksana dalam mendidik muridnya. Aamiin.

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober

  

Sejarah Sumpah Pemuda : Semangat Pemuda Menuju Indonesia Gemilang - Hari ini tanggal 28 Oktober 2018, bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda yang ditetapkan pada tanggal 28 Oktober 1959 melalui Keppres No.316 tahun 1959.
   
    Sumpah pemuda dilatarbelakangi oleh tekad pemuda pemudi Indonesia yang ingin mempersatukan anak bangsa dari seluruh Nusantara. Hal ini mendorong semangat seorang tokoh yang bernama Satiman untuk menyatukan anak bangsa, dan menjadi tokoh utama penggerak pergerakan pemuda Indonesia. 



    Melalui wadah Tri Koro Dharmo yang dibentuk pada tanggal 7 Maret 1915, pemuda pemudi berkumpul dan membuat perhimpunan pemuda. Tri Koro Dharmo merupakan wadah awal perhimpunan pemuda yang memiliki arti '3 Tujuan Mulia' yakni Sakti, Budi, Bakti. Tri Koro Dharmo bertujuan untuk merubah pandangan pemuda akan kondisi yang terjadi di Indonesia kala itu.

Menelusuri Perjuangan R.A Kartini (Tokoh Emansipasi Wanita)

    Namun karena desakan agar keanggotaan Tri Koro Dharmo lebih luas maka namanya diganti menjadi Jong Java yang dapat menerima pelajar dari daerah Jawa, Madura, Bali dan Lombok. 
Salah satu target dari organisasi ini adalah untuk memberantas banyaknya jumlah buta huruf dikalangan pemuda pemudi kala itu. 
    Untuk menyebar luaskan tentang pentingnya peran Pemuda bagi bangsa, maka Jong Java menyelenggarakan berbagai kongres.



    Sebelum berdirinya Tri Koro Dharmo ternyata sudah ada perhimpunan pemuda yang berdiri tahun 1908 bernama Perhimpunan Indonesia. Namun organisasi ini hanya mencakup pemuda pemudi Indonesia yang kuliah di Belanda dan belum menunjukan peran aktifnya di Indonesia. Kondisi tersebut berubah ketika masuklah tokoh-tokoh aktif seperti misalnya Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hajar Dewantara dalam organisasi Perhimpunan Indonesia pada tahun 1913. Dan hal ini menjadi langkah awal munculnya tokoh-tokoh aktif lainnya yang menjadi pendorong kemerdekaan RI seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Barulah ketika para Mahasiswa Perhimpunan Indonesia kembali ke Tanah Air, mereka menyadari kepentingan bersama dan mengurangi perpecahan demi tujuan Merdeka.

   Dalam buku 45 Tahun Sumpah Pemuda yang diterbitkan tahun 1974 oleh Museum Sumpah Pemuda, yang menyatakan bahwa setelah Perhimpunan Indonesia dan Jong Java mulai muncul organisasi-organisasi pemuda lainnya seperti Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islaminten Bon, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) dan masih banyak lagi.
    Mereka mulai merasa membutuhkan dukungan yang besar untuk bisa bersatu, dan muncullah inisiatif untuk mengadakan Kongres Pemuda. Dan mulailah pada Kongres Pemuda I yang terjadi pada tanggal 30 April -  2 Mei 1926. Di dalam kongres tersebut mereka memberikan ceramah-ceramah dan musyawarah2 tentang tujuan dan kemerdekaan Indonesia. Namun pada kongres pertama ini belum mampu untuk menyatukan persatuan Indonesia karena masih ada ego dan sifat kedaerahan masing-masing.

   Lambat laun mereka mulai sadar bahwa ego kedaerahannya akan menghambat persatuan Indonesia dan mempersulit untuk mencapai kata MERDEKA.

   Lalu pada tanggal 27 sampai 28 Oktober 1928 diadakan Kongres Pemuda II yang dihadiri oleh wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Islaminten Bon, Jong Ambon, Jong Sumatranen Bon dan sebagainya, serta pengamat pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Law Tjoan Hok dll.

   Kongres Pemuda II ini dibagi menjadi 3 Sesi dan 3 tempat yang berbeda.
Rapat pertama dilaksanakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond pada tanggal 27 Oktober 1928. Pada kongres ini Ketua PPPI Soegondo Djojopoespito mengharap agar kongres ini dapat meningkatkan semangat persatuan. Dan Moehammad Yamin menguraikan tentang hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya ada 5 faktor pemersatu bangsa yaitu, Sejarah, Bahasa, Hukum adat, Pendidikan dan kemauan.

    Rapat Kedua dilaksanakan di Gedung Oost-Java Bioscoop pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada kongres ini membahas tentang pendidikan, yang disampaikan oleh Poernomo Woelan dan Sarmidi Mangoensarkoro. Mereka berpendapat bahsa anak harus mendapatkan pendidkan kebangsaan dan harus ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan dirumah. Dan anak juga harus diajarkan pendidikan demokrasi.
    Pada Rapat Ketiga sekaligus penutup, dilaksanakan di Gedung Indonesische Clubgebouw dijalan Kramat Raya 106. Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan , gerakan kepemudaan tidak dapt dipisahkan dari pergerakan nasional. 

Kongres Pemuda II tersebut terdiri dari beberapa kepanitiaan yakni :
Ketua : Soegondo Djojopoespito
Wakil Ketua : R.M Djoko Marsaid
Sekretaris : Mohammad Jamin
Bendahara : Amir Sjarifudin
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai
Pembantu II : R. Katja Soengkana
Pembantu III : Senduk
Pembantu IV : Joehanes Leimena
Pembantu V : Rochjani Soe'oed
Dan para pesertanya berjumlah 69



Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Mohammad Jamin pada sebuah kertas ketika Sunario sebagai utusan kepanduan sedang berpidato pada rapat terakhir kongres pemuda II. Dan ikrar sumpah pemuda dibacakan oleh Soegondo Djojopoespito yang berisi :

Kalimat pertama : Kami Poetra Dan  Poetri Indonesia Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe. Tanah Indonesia
Kalimat kedua : Kami Poetra dan Poetri Indonesia Mengakoe Berbangsa Jang Satoe. Bangsa Indonesia
Kalimat ketiga : Kami Poetra Dan Poetri Indonesia Mendjoendjoeng Tinggi Bahasa Persatoen. Bahasa Indonesia

Nah itulah sejarah Pumpah Pemuda, semoga pemuda pemudi Indonesia dapat menjadi pemuda pemudi yang kreatif dan inovatif dan selalu unggul dalam persaingan global serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

Sejarah Singkat VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie)






Merdeka!!!

Sejarah Singkat VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) - VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) merupakan sebuah kongsi dagang buatan Belanda yang didirikan tanggal 20 Maret 1602 dan resmikan di Amsterdam. Tujuan pembentukan kongsi dagang ini adalah :
1. Menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama kongsi pedagang Belanda yang telah ada.
2. Memperkuat kedudukan para pedagang Belanda dalam menghadapi persaingan dengan para pedagang negara lain.
3. Sebagai kekuatan revolusi (dalam perang 80 tahun), sehingga VOC memiliki tentara.

   VOC dipimpin oleh sebuah dewan yang disebut "Dewan Tujuh Belas" yang dalam bahasa Belanda dinamakan Heeren XVII. Mereka terdiri atas delapan perwakilan kota pelabuhan dagang di Belanda. Markas besar VOC beada di Amsterdam, Dalam menjalankan tugasnya VOC memiliki beberapa wewenang yang sering disebut dengan Hak Oktroi, wewenang tersebut antara lain :
1. Melakukan monopoli perdagangan di wilayah antara Tanjung Harapan  sampai selat Magelhaens.
2. Membentuk angkatan perang sendiri.
3. Melakukan peperangan.
4. Mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat.
5. Mencetak dan mengeluarkan mata uang sendiri.
6. Mengangkat pegawai sendiri.
7. Memerintah di negeri jajahan.



Pieter Both
   Sebagai kongsi dagang yang memiliki hak istimewah, yang dapat membentuk angkatan perang dan melakukan peperangan, maka VOC bersifat ekspansif. VOC terus berusaha untuk memperluas daerah-daerah di Nusantara sebagai wilayah kekuasaan dan monopolinya. VOC juga memandang bangsa-bangsa lain sebagai musushnya.

    VOC mengawali ekspansinya pada tahun 1605 di Indonesia dan telah berhasil mengusir Portugis dari tanah Ambon. Benteng pertahanan Portugis di Ambon dapat diduduki oleh VOC dan diberi nama Nieuw Victoria. Pada awal pertumbuhannya, Dewan Tujuh Belas secara langsung harus menjalankan tugas-tugas dan menjalankan dan harus menyelesaikan berbagai urusan VOC, termasuk urusan ekspansi untuk memperluas daerah monopoli. untuk mempermudah tugas-tugas Dewan Tujuh Belas maka dibentuklah jabatan Gubernur Jenderal. Gubernur Jenderal merupakan jabatan tertinggi yang bertugas mengendalikan daerah kekuasaan di daerah jajahan. Di samping itu, dibentuk juga Dewan Hindia yang bertugas untuk memberi nasihat dan mengawasi kepemimpinan Gubernur Jenderal.


Baca Juga :Sejarah Perundingan Linggarjati

   Gubernur Jenderal pertama adalah Pieter Both yang menjabat dari tahun 1602-1614. Sebagai Gubernur Jenderal pertama maka ia harus membentuk kongsi dagang dengan sebaik-baiknya agar cita-cita VOC dapat tercapai. Pieter Both pertama membangun pos perdagangan di Banten pada tahun 1610. Pada Tahun itu Pieter Both meninggalkan Banten dan berhasil memasuki Jayakarta. Pada waktu itu Jayakarta berada dalam pemerintahan Pangeran Wijayakrama, ia merupakan Pangeran yang sangat terbuka dengan perdagangan, sehingga VOC dapat diterima dengan mudah. Kemudian pada tahun 1611 Pieter Both berhasil mengadakan perjanjian dengan penguasa Jayakarta untuk membeli sebidang tanah dengan luas 50x50 vadem (satu vadem sama seperti 182 cm) yang berlokasi di sebal timur Muara Ciliwung. Tanah inilah yang menjadi hunian VOC di tanah Jawa.




J.P Coen

   Pada tahun 1614 Pieter Both digantikan Gubernur Jenderal Gerard Reynst, ia memerintah dari tahun 1614-1615. Berjalan satu tahun ia digantikan gubernur jenderal yang baru yakni Laurens Reael  yang menjabat dari tahun 1615-1619. pada masa Laurens ini berhasil membangun Gedung Mauritius yang berlokasi di tepi sungai Ciliwung.

   Orang Belanda sangat cerdik dan licik, awalnya mereka bersifat baik, dan bersahabat dengan rakyat agar mereka dapat diterima, namun sikap keterbukaan rakyat Indonesia dimanfaatkan oleh orang Belanda untuk membangun pertahanan dinusantara. lama-kelamaan orang Belanda mulai menunjukan sikap congak dan sombongnya. Setelah merasakan nikmatnya tinggal di Nusantara dan menikmati keuntungan yang berlimpah, Belanda semakin bernafsu untuk menguasai Indonesia. Untuk berhasil menguasai Indonesia Belanda melakukan tindakan pemaksaan terhadap rakyat Indonesia. Oleh karena iyu tidak jarang terjadi perlawanan terhadap Belanda.

    Pada tahun 1619 Gubernur Jenderal Laurens Reael digantikan oleh Guberbur Jenderal Jan Pieterzoon Coen (J.P Coen). J.P Coen dikenal sebagai gubernur jenderal yang kejam dan berani serta ambisius. Oleh karena itu, merasa bangsanya dipermalukan ketika perlawanan Banten yang di bantu oleh Inggris, J.P Coen menyiapkan pasukan untuk menyerang Jayakarta. Dengan armada laut 18 kapal perangnya VOC berhasil menduduki Jayakarta. Dan pada tanggal 30 Mei 1619 Kota Jayakarta dibumi hanguskan oleh J.P Coen dan dibangunlah kota baru bergaya Belanda yang dinamakan Batavia sebagai pengganti nama Jayakarta. J.P Coen berusaha menguasai eksploitasi kekayaan bumi Nusantara untuk kepentingan pribadi dan negerinya. Cara-cara untuk meningkatkan eksploitasi kekayaan alam dilakukan, antara lain:
1. Merebut pasaran produksi pertanian, biasanya dengan memaksakan monopoli , seperti monopoli rempah-rempah.
2. Tidak aktif secara langsung dalam kegiatan produksi hasil pertanian. Cara memproduksi hasil pertanian dibiarkan berada ditangan kaum pribumi, tetapi yang penting VOC dapat memperoleh hasil pertanian dengan mudah.
3. VOC selalu mengincar dan berusaha kers untuk menduduki tempat tempat yang memiliki posisi strategis. Cara cara yang dilakukan selain kekerasan dan peperangan, juga melakukan politik adu domba.
4. VOC melakukan campur tangan terhadap kerjaan di Nusantara, terutama menyangkut usaha pengumpulan hasil bumi dan melaksanakan monopoli.
5. Lembaga-lembaga pemerintahan tradisional/kerajaan masih tetap  dipertahankan dengan harapan dapat dipengaruhi.

Cara-cara seperti monopoli , intervensi dan politik adu domba sering diterapkan oleh Belanda dalam menerapkan penjajahannya.




   Setelah berhasil membangun Batavia dan meletakkan dasar-dasar penjajahan di Nusantara, pada tahun 1623 J.P. Coen kembali ke negeri Belanda. Ia menyerahkan kekuasaannya kepada Pieter de Carpentier. Tetapi oleh pimpinan VOC di Belanda, J.P. Coen diminta kembali ke Batavia. Akhirnya pada tahun 1627 J.P. Coen tiba di Batavia dan diangkat kembali sebagai Gubernur Jenderal untuk jabatan yang kedua kalinya. J.P. Coen semakin congkak dan kejam dalam menjalankan kekuasaannya di Nusantara. Berbagai bentuk tindakan kekerasan, tipu muslihat dan politik devide et impera terus dilakukan. Rakyat pun semakin menderita. Pada masa jabatan yang kedua J.P. Coen ini pula terjadi serangan tentara Mataram di bawah Sultan Agung ke Batavia.


Baca Juga :Sejarah Singkat Jenderal Soedirman

   Batavia senantiasa memiliki posisi yang strategis. Batavia dijadikan markas besar VOC. Semua kebijakan dan tindakan VOC dikawasan Asia dikendalikan dari markas besar VOC di Batavia. Selain itu Batavia juga terletak pada persimpangan atau menjadi penghubung jalur perdagangan internasional. Batavia menjadi pusat perdagangan dan jalur yang menghubungkan perdagangan di Nusantara bagian barat dengan Malaka, India, kemudian juga menghubungkan dengan Nusantara bagian timur. Apalagi Nusantara bagian timur ini menjadidaerah penghasil rempah-rempah yang utama, maka posisi Batavia yang berada di tengah-tengah itu menjadi semakin strategis dalam perdagangan rempah-rempah.

   VOC semakin barnafsu dan menunjukkan keserakahannya untuk menguasai wilayah Nusantara yang kaya rempah-rempah ini. Tindakan intervensi politik terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara dan pemaksaan monopoli perdagangan terus dilakukan. Politik devide et impera dan berbagai tipu daya juga dilaksanakan demi mendapatkan kekuasaan dan keuntungan sebesar-besarnya. Sebagai contoh, Mataram Islam yang merupakan kerajaan kuat di Jawa akhirnya juga dapat dikendalikan secara penuh oleh VOC. Hal ini terjadi setelah dengan tipu muslihat VOC, Raja Pakubuwana II yang sedang dalam keadaan sakit keras dipaksa untuk menandatangani naskah penyerahan kekuasaan Kerajaan Mataram Islam kepada VOC pada tahun 1749. Tidak hanya kerajaan-kerajaan di Jawa, kerajaan-kerajaan di luar Jawa berusaha ditaklukkan.

   Untuk memperkokoh kedudukannya di Indonesia bagian barat dan memperluas pengaruhnya di Sumatera, VOC berhasil mengusai Malaka. Hal itu terjadi setelah VOC berhasil mengalahkan Portugi pada tahun 1641. Berikutnya VOC berusaha meluaskan pengaruhnya ke Aceh. Kerajaan Makasar di bawah Sultan Hasanuddin yang tersohor di Indonesia bgian timur juga berhasil dikalahkan setelah terjadi perjanjian Bongaya tahun 1667. Dari Makasar VOC juga berhasil memaksakan kontrak dan monopoli perdagangan dengan Raja Sulaiman dari Kalimantan Selatan. Pelaksanaan monopoli di kawasan ini dilaksanakan melalui Pelayaran Hongi.


Baca Juga :Krisis Moral Remaja Indonesia Yang Semakin Membahayakan

   Pengaruh dan kekuasaan VOC semakin meluas. Untuk mempertahankan kebijakan monopoli disetiap daerah yang dipandang strategis, maka armada VOC diperkuat. Benteng-benteng pertahanan dibangun. Sebagai contoh Benteng Doorstede dibangun di Saparau, Benteng Nasau  di Banda, di Ambon sudah ada Benteng Niew Victoria, Benteng Oranye di Ternate, dan Benteng Rotterdam di Makasar.

VOC juga memperluas pengaruhnya hingga ke Irian/Papua yang dikenal sebagai daerah yang masih tertutup hutan belantara. Orang Belanda yang pertama kali datang ke Papua ialah Willem Janz. Duyke dan berhasil memasuki tanah Papua pada tahun 1606 . Pada waktu itu Belanda memerlukan bantuan budak, maka banyak diambil dari orang-orang Irian. Pengaruh VOC di Irian semakin kuat, bahkan pada tahun 1667 pulau pulau yang termasuk wilayah irian yang semula berada di bawah kekuasan kerajaan Tidore sudah berpindah di tangan VOC.  

   Pada abad ke-17 hingga awal abad ke-18, VOC mengalami puncak kejayaan. Penguasa dan kerajaan-kerajaan lokal di Nusantara umumnya berhasil dikuasai. Kerajaan-kerajaan itu sudah menjadi bawahan dan pelayan kepentingan VOC. Jalur perdagangan yang dikendalikan VOC menyebar luas membentang dari Amsterdam, Tanjung Harapan, India sampai Irian/Papua. Keuntungan perdagangan rempah-rempah juga melimpah.

   Namun dibalik itu banyak persoalan-persoalan yang muncul. Smakin banyak daerah daerah dikuasai ternyata membuat masalah pengolaan menjadi kompleks. Kota batavia semakin ramai, orang-orang timur seperti Cina dan Jepang diizinkan tinggal di Batavia, hingga Batavia semakin dibanjiri penduduk.


Willem Janz

   Pada tahun 1749 terjadi perubahan mendasar dalam kepengurusan VOC. Pada tanggal 27 Maret 1749, Parlemen Belanda mengeluarkan UU yang menetapkan bahwa Raja Willem IV sebagai penguasa tertinggi VOC. Dengan demikian, anggota kepengurusan "Dewan Tujuh Belas" yang semula dipilih oleh parlemen dan provinsi pemegang saham, kemudian sepenuhnya berada ditangan Raja. Dengan demikian, VOC berada dibawah kekuasaan raja, pengurus VOC mulai akrab dengan pemerintah Belanda. Pengurus VOC tidak berfikir lagi untuk memajukan usaha perdagangan namun mereka berfikir untuk memperkaya dirinya sendiri. Karena serangkaian perang yang dilakukan VOC dan juga banyaknya hutang, kas VOC mulai merosot.

    Sementara itu para pejabat VOC sudah mulai menunjukan sikap gila hormat yang cenderunga feodalis. Pada 24 Juni 1719 Gubernur Jenderal Henricus Zwaardecroon mengeluarkan ordonasi untuk mengatur tata cara hormat terhadap gubernur jenderal, kepada dewan berserta anak-anaknya. Kemudian Gubernur Jenderal Jacob Mosel juga mengeluarkan ordonasi yang mengatur kendaraan kebesaran, misalnya  kerata yang ditarik oleh enam ekor kuda dan berhias emas yang menawan. Hal tersebut tentu dapat membebani anggaran.
    
    Sistem upeti juga diterapkan sebagi imbalan dari pejabat yang rendah kepada pejabat yang lebuh tinggi. Semua itu bermuatan korupsi, Gubenur Jenderal Van Hoorn konon menumpuk harta sampai 10 juta gulden saat ia kembali ke Belanda, sementara gajinya hanya sekitar 700 gulden sebulan. Demikianlah para pejabat VOC yang terjangkit penyakit korupsi karena gila akan kekayaan. Hal tersebut semakin membuat beban hutang VOC bertambah, hingga pada akhirnya VOC sendiri bangkrut dan gulung tikar.

    Dalam kondisi ini VOC tidak dapat berbuat banyak, oleh karena itu pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dinyatakan bubar, semua utang piutang VOC diambil alih oleh pemerintah Belanda. Pada saat itu Gubernur Jenderal terakhir Van Overstraten, ia harus bertanggung jawab tentang keadaan di Hindia Belanda, ia bertugas memprtahankan Jawa dari serangan Inggris.

Sejarah Perundingan Linggarjati





Assalamu'alaikum wr.wb
Merdeka!!!

  Sejarah Perundingan Linggarjati - Perundingan Linggarjati adalah suatu perundingan antara Indonesia dengan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat, yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Perundingan ini disahkan tanggal 25 Maret 1947 di Istana Merdeka Jakarta.


Baca Juga :Pengertian Nasionalisme Yang Penting Bagi Kemajuan Bangsa

  Pada akhir Agustus 1946 Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta. Perundingan ini di pimpin oleh Lord Killearn, yang menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.



Gedung Perundingan Linggarjati
  Dalam perundingan ini Indonesia di wakili oleh Sutan Sjahrir dan Jenderal Soedirman, Belanda di wakili oleh tim yang disebut Komisi Jenderal yang dipimpin oleh Wim Schermerhorn dengan anggota H.J van Mook.


Baca Juga :Kisah Kepahlawanan Soekarno (Sang Plokamator Bangsa)

   Hasil perundingan ini menghasilkan 17 pasal yang antara lain adalah:
1. Belanda mengakui secara De Facto bahwa Republik Indonesia meliputi Jawa, Sumatera dan Madura.
2. Belanda harus meninggalkan RI selambat-lambatnya tanggal 1 Januari 1949.
3. Belanda dan Indonesia sepakat untuk membentuk RIS.
4. Dalam membentuk RIS Indonesia harus tergabung dengan persemakmuran Indonesia-Belanda dengan kepala mahkota Belanda sebagai kepala uni.



Suasana Perundingan Linggarjati
   Perundingan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, bahkan Jenderal Soedirman juga menentang keras karena dapat merugika kepentingan Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggarjati. Pelaksanaan perundingan ini tidak berjalan mulus. Pada tanggal 20 Juli 1947 Gubernur Jenderal H.J van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan perjanjian ini. Dan satu hari setelah pernyataan tersebut meletuslah Agresi Militer Belanda I. Hal ini karena perbedaan pendapat mengenai penafsiran antara Indonesia dengan Belanda.

Nah itulah sejarah singkat mengenai Perundingan Linggar Jati, semoga dapat bermanfaat. Terima kasih. Jika ada pertanyaan silahkan tulis komentar di bawah.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Awal Mula Terjadinya Penjajahan Di Indonesia

Assalamualaikum wr.wb 
Merdeka!!!




  Awal Mula Terjadinya Penjajahan Di Indonesia - Sebuah sejarah tidak akan mudah dipahami jika tidak kita pelajari dari awal, nah maka dari itu kali ini saya akan memberikan penjelasan mengenai sejarah penjajahan di Indonesia mulai dari awal.
  Penjajahan di Indonesia bermula ketika bangsa Eropa melakukan suatu penjelajahan yang di sebut Penjelajahan Samudra, penjelajahan tersebutlah yang mendorong terjadinya penjajahan di Indonesia, penjelajahan tersebut bertujuan untuk mencari sebuah daerah yang kaya akan rempah rempah yang nantinya akan di perdagangkan di Eropa, namun ada hal pokok yang mendorong bangsa Eropa untuk melakukan penjelajahan hal tersebut ada 3 yaitu Gold, Glory dan Gospel (3G) (klik di sini).

>  Portugis

 
Vasco da Gama

  Berita keberhasilan Columbus menemukan daerah baru membuat penasaran Raja Portugis (Portugal sekarang), Raja Manuel I, Raja tersebut lalu memanggil pelaut ulung Portugis bernama Vasco da Gama untuk menjelajahi samudra dan mencari tanah hindia yang merupakan daerah penghasil rempah rempah. Kebetulan sebelum Vasco da Gama mendapat perintah dari Raja Manuel I, sudah ada pelaut Portugis yang bernama Bartholomeus Diaz melakukan pelayaran mencari daerah Timur dengan menelusuri pantai barat Afrika. Pada 1488 karena serangan ombak besar Bartholomeus Diaz mendarat di suatu ujung selatan benua Afrika yang kini di kenal dengan Tanjung Harapan, dan ia tidak melanjutkan perjalanan namun bertolak kembali ke negerinya.
  Pada Bulan Juli 1497 Vasco da Gama berangkat dari pelabuhan Lisabon untuk memulai penjelajahan samudra.  Vasco da Gama mengambil rute yang pernah dilalui Bartholomeus Diaz dan ia juga singgah di Tanjung Harapan. Atas petunjuk dari pelaut Moor yang telah disewa, Rombongan Vasco da Gama melanjutkan perjalanan, berlayar menelusuri pantai timur Afrika kemudian berbelok ke kanan untuk mengarungi Lautan Hindia (samudra Indonesia). Pada tahun 1498  rombongan Vasco da Gama sampai di Kalkut dan Goa di pantai barat India. Dan ternyata mereka sudah menyiapkan patok batu yang di sebut batu Padrao, yang di gunakan sebagai tanda bahwa daerah yang di singgahinya adalah milik Portugis.
 
Alfonso de Albuquerque
  Vasco da Gama berhasil mendirikan kantor dagang yang dilengkapi dengan benteng, atas kesuksesannya, ia diangkat sebagai penguasa di Goa atas nama pemerintah Portugis.

  Setelah beberapa tahun tinggal di India Portugis sadar bahwa India bukan tempat penghasil rempah rempah. Mereka mendengar bahwa Malaka merupakan pusat perdagangan rempah rempah. Oleh karena itu dipersiapkan ekspedisi lanjutan yang di pimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Pada tahun  1511 ia berhasil menguasai kota Malaka. Portugis mulai memasuki wilayah Kepulauan Nusantara yang disebutnya sebagai tanah Hindia.


 Baca Juga: Kata Kata Pak Soekarno Yang Menggetarkan


>  Spanyol

Christhoper Columbus
  Sebelum orang orang Portugis berangkat memulai penjelajahan samudra, sebenarnya sudah lebih dulu Spanyol pergi berlayar mencari tempat penghasil rempah rempah. Portugis dan Spanyol dapat di katakan sebagai pelopor penjelajahan samudra untuk mencari rempah rempah di timur (Tanah Hindia).

   Bangsa Portugis dan spanyol  umumnya memeluk agama katolik. Keduanya juga menginginkan untuk menguasai wilayah lain di dunia. Hak ini menimbulkan keprihatinan Paus Yullus II . Diadakanlah pembagian wilayah, perjanjian ini diadakan di Tordesillas, Spanyol pada tanggal 7 Juni 1494 yang berisi bahwa sebelah timur dimiliki oleh Portugis dan sebelah barat dimiliki Spanyol.
Peta Perjanjian Tordesilas

  Orang orang Spanyol bersama Christhoper Columbus melakukan penjelajahan samudra untuk menemukan wilayah penghasil rempah rempah, namun sebelum mereka berangkat Columbus pergi menghadap Ratu Isabella untuk mendapatkan dukungan dan juga fasilitas. Ratu Isabella memberi dukungan dan fasilitas berumpa 3 kapal dan perlengkapannya serta menyediakan hadiah untuknya jika ia berhasil melakukan misinya tersebut.

   Pada tanggal 3 Agustus 1492 atas keyakinan bahwa bumi itu bulat maka Columbus dengan rombongannya  bertolak ke arah barat.
Pada tanggal 6 September 1492, rombongan Columbus sampai di Kepulauan Kanari di sebelah barat Afrika, penjelajahan dilanjutkan ke samudra Atlantik yang terkenal ganas, para anggota ekspedisi hampir putus asa, namun Columbus memberi mereka semangat hingga hampir 1 bulan lebih mereka berlayar, tanggal 12 Oktober pada tahun yang sama mereka sampai di pantai bagian dari Kepulauan Bahama. Columbus mengira bahwa ekspedisinya telah sampai ke pulau Hindia, dan kemudian pulau tersebut dinamakan San Salvador, dan kemudian mereka melanjutkan perjalanan dan mendarat di Haiti. Merasa ekspedisinya telah selesai Columbus bertolak kembali ke Spanyol, kedatangannya di sambut dengan suka cita, bahka karena keberhasilannya mendarat di Kepulauan Bahama dan Haiti, Columbus di akui sebagai penemu  daerah baru yaitu benua Amerika.
Keberhasilan Columbus membuat para pelaut lain  untuk melakukan penjelajahan ke samudra timur, apalagi daerah penghasil rempah rempah belum di temukan. Berangkatlah ekspedisi yang dipimpin oleh Magellan atau umum menyebut Magelhaens. Ia juga di sertai oleh seorang Kapten Kapal yang bernama Yan Sebastian del Cano.

Ferdinand Magellan
  Setelah sekitar tiga bulan lebih rombongan Magellan berlayar akhirnya pada Maret 1521 Magellan mendarat di pulau Guam. Pada bulan April pada tahun yang sama rombongan Magellan sampai di Kepulauan Messava yang kemudian dikenal dengan Filipina. Magelan menyatakn bahwa daera itu adalah koloni Spanyol. Tindakan Magellan ini di tentang oleh penduduk sekitar dan terjadilah pertempuran antara kedua belah pihak. Rombongan Magellan terdesak, bahkan Magellan terbunuh. Di bawah pimpinan Sebastian del Cano rombongan Magellan yang tersisa pergi berlayar ke arah selatan dan pada tahun 1521 itu mereka sampai di Kepulauan Maluku yang merupakan pusat rempah rempah, pada saat itu juga rombongan del Cano ini  memenuhi kapal mereka dengan rempah rempah dan mereka akhirnya kembali ke Spanyol. Magellan disebut-sebut sebagai tokoh yang berhasil mengelilingi dunia. Namun seorang perwira angkatan laut Inggris yaitu Menzies, ia menegaskan bahwa yang berhasil mengelilingi dunia pertama kali adalah armada Cina yang di pimpin oleh Panglima Zheng He (Cheng Ho)(klik di sini) pada tahun 1421.


> Belanda
  Belanda masuk ke Nusantara baru pada Tahun 1596. Mengapa Belanda sangat terlambat datang ke Indonesia bila di bandingkan dengan Portugis dan Spanyol?
Perlu diketahui bahwa pada abad ke-15 Belanda masih menjadi vasal Spanyol. Banyak cara dilakukan untuk melepaskan diri dari Spanyol,  dan pada tahun 1566 dikenal sebagai Revolusi 80 tahun. Di tengah revolusi, kegiatan perdagangan orang Belanda terutama di pusat perdagangan Lisabon, berkembang dan masih berjalan normal.


Baca Juga: Gambar Pak Soekarno Berpidato



Williem Barents
   Namun pada saat Portugis berada di kekuasaan Spanyol, Belanda di larang berdagang di Lisabon. Sehingga mereka harus mencari cara untuk mendapatkan rempah rempah. Orang orang Belanda mulai mencari jalan untuk pergi ke dunia Timur.
  Pada Tahun 1594 Willem Barents mencoba berlayar untuk pergi ke dunia Timur melalui kutub utara. Namun Barents tidak begitu mengenal medan, ia gagal melanjutkan perjalanannya karena kapanya terjepit es karena air di kutub utara sedang membeku. Barents berhenti di pulau yang disebut Novaya Zemlya. Ia berusaha kembali ke Belanda namun ia meninggal di perjalanan.
Cornelis de Houtman

   Pada 1595 pelaut Belanda yang lain yaitu Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser memulai pelayaran. Kedua pelaut ini bersama armadanya dengan kekuatan 4 kapal dan 249 awak kapal beserta 64 pucuk meriammelakukan pelayaran dan penjelajahan samudra untuk menemukan tanah Hindia. Cornelis de Houtman mengambil rute yang biasa dilalui orang Portugis. Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman berhasil mencapai kepulauan Nusantara. Mereka mendarat di Banten. Karena niatnya ingin berdagang maka kedatangannya diterima dengan baik oleh rakyat Banten. Waktu itu kerajaan Banten berada pada masa pemerintahan Sultan Abdul Mufakir Mahmud Abdulkadir. Karena melihat pelabuhan banten yang strategis dan kaya akan rempah rempah Cornelis berambisi untuk memonopoli perdagangan di Banten. Dengan sikap sombong dan kadang sedikit kasar, orang Belanda memaksakan kehendaknya. Hal tersebut tidak diterima oleh penguasa Banten. Oleh karena itu, rakyat Banten mulai membenci bahkan kemudian mengusir orang orang belanda tersebut dan akhirnya mereka meninggalkan Banten dan kembali ke Belanda. 
  Ekspedisi selanjutnya segera dipersiapkan untuk kembali menuju Kepulauan Nusantara. Di bawah pimpinan Jacob van Heemskreck. Pada tahun 1598 dengan armadanya sudah sampaidi Kepulauan Nusantara  dan juga mendarat di Banten.  Heemskreck dan romboganyya sangat berhati hati dan bersahabat. Rakyat Banten pun menerima kedatangan orang Belanda tersebut. Kemudian kapal kapal Belanda melanjutkan pelayaran ke timur  dan singgah di Tuban, dari tuban pelayaran dilanjutkan hingga ke Maluku. Di maluku Belanda di beli kebebasan berdagang.
  Pada uraian tersebut menandakan bahwa Rakyat Indonesia senantiasa mau bersahabat dan berdagang dengan siapapun atas dasar persamaan.


Baca Juga: Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis dan VOC

> Inggris
Francis Drake
  Perlu diketahui bahwa setelah Portugis berhasil sampai di Kepulauan Maluku, aktif mengadakan perdagangan dengan penduduk setempat. Kedatangan Portugis mendorong perdagangan rempah rempah semakin luas. Bahkan Lisabon dalam waktu singkat dapat menjadi pusat perdagangan di Eropa Barat. 
  Dalam kaitan ini Inggris dapat mengambil keuntungan besar dalam perdagangan rempah rempah,yang di peroleh relatif murah dari Lisabon. Rempah rempah tersebut di perdagangkan ke daerah daerah Eropa Barat bahkan sampai di Eropa Utara. Namun karena Inggris terlibat konflik dengan Portugis dan Spanyol maka Inggrispun tidak bebas untuk membeli rempah rempah di Lisabon.
 
Thomas Cavendish
  Oleh  karena itu Inggris juga mencari daerah penghasil rempah rempah. Anggota masyarakat,pelaut dan pedagang yang terlibat dalam perang justru mengadakan pelayaran untuk mencari daerah penghasil rempah rempah. Inggris pertama kali sampai di India pada tahun 1498 dengan mengikuti rombongan Portugis Vasco da Gama. Untuk memperkuat perdagangannya di Dunia Timur kemudian membentuk kongsi dagang yang diberi nama East India Company (EIC) pada tahun 1600. 
  Orang Inggris pertama kali sampai di Indonesia tahun1579 di pimpin oleh Francis Drake dan Thomas Cavendish.

Pengertian Gold, Glory, Gospel (3G)

  


  Assalamu'alaikum wr.wb
Merdeka!!!

  Pengertian Gold, Glory, Gospel (3G) - Awal mula terjadinya penjajahan di Indonesia adalah karena keinginan bangsa eropa untuk mencari rempah rempah. Hal tersebut menimbulkan keinginan untuk melakukan penjelajahan dunia yang dikenal dengan Penjelajahan Samudra, yang bertujuan untuk mencari daerah penghasil rempah rempah, namun ada hal pokok yang ingin di capai bangsa eropa, hal pokok tersebut adalah Gold, Glory, dan Gospel (3G).

  
1. Gold = Kekayaan, memburu kekayaan dan keuntungan dengan mencari dan mengumpulkan  emas perak dan bahan tambang serta bahan bahan lain seperti rempah rempah.



 Baca Juga : Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis Dan VOC

   2. Glory= Kejayaan, memburu kejayaan dan kekuasaan, dalam hal inimereka melakukan penjajahan ke pada negara negara kecil dan saling bersaing dengan negara negara lain.


3. Gospel= Keagamaan, menjalankan tugas suci keagamaan dan memperluaskannya kepada negara yang baru ditemukan. Pada awalnya mereka ingin mencari dan bertemu dengan Prester John yang mereka yakini sebagai Raja Kristen yang Berkuasa di Timur.

Baca Juga: Kata Kata Pak Soekarno Yang Menggemparkan

Ketiga tujuan tersebut lebih di gelorakan oleh Spanyol dan Portugis.

Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis Dan VOC


Assalamualaikum wr.wb
Merdeka!!!
Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Portugis Dan VOC -   Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan sebuah kisah perjuangan rakyat Aceh dalam melawan penjajahan Portugis dan VOC, semoga dapat meningkatkan rasa nasionalisme kita.. :)





   Perlawanan ini terjadi setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511 yang justru membawa hikmah bagi Aceh, hal tersebut karena banyak pedagang yang mengalihkan kegiatan perdagangan dari Malaka ke Aceh. Yang kemudian Aceh mampu mengendalikan pusat-pusat perdagangan seperti di Barus, Tiku, dan Pariaman.

 Baca Juga :Kisah Kepahlawanan Soekarno (Sang Plokamator Bangsa)
   
Perkembangan Aceh yang begitu pesat dipandang oleh Portugis sebagai ancaman, oleh karna itu pada tahun 1523 Portugis melancarkan serangan ke Aceh, namun beberapa serangan Portugis mengalami kegagalan. Namun Portugis terus berupaya untuk melemahkan posisi Aceh sebagai pusat perdagangan. Bahkan Kapal kapal Portugis selalu mengganggu kapal-kapal Aceh di manapun berada. Tindakan Portugis tidak di biarkan saja oleh rakyat Aceh yang tetap ingin berdaulat. Aceh berupaya melakukan perlawanan dengan persiapan:
1. Melengkapi kapal dagang Aceh dengan persenjataan
2. Mendatangkan bantuan persenjataan, sejumlah pasukan, dan beberapa ahli dari Turki pada tahun 1567
3. Mendatangkan bantuan persenjataan dari Kalikut dan Jepara.

   Setelah beberapa persiapan selesai Aceh mulai melancarkan serangan terhadap Portugis, Portugis harus bertahan mati-matian di benteng formosa, semua kekuatan telah dikerahkan dan serangan Aceh tersebut berhasil digagalkan oleh Portugis. Pada tahun 1569 Portugis melakukan serangan balasan terhadap Aceh namun serangan ini dapat di gagalkan juga oleh pasukan Aceh.
  Sementara itu Belanda juga ingin mendapatkan keuntungan perdagangan di wilayah Sumatera, oleh karena itu VOC harus bersaing dengan Portugis dan harus mendapat ijin dari Aceh. Padahal Aceh dikenal sangat anti terhadap dominasi dan para pedagang asing. Terkait oleh hal itu maka para pedagang Belanda melalui Maurits pernah berkirim surat kepada Raja Aceh,  Alauddin tanggal 23 Agustus 1601. Surat tersebut banyak berisi pujian pujian terhadap Raja Aceh dan menjelek-jelekkan Portugis. Dengan surat tersebut ternyata Sultan Aceh menerima kehadiran Belanda, bahkan VOC di beri ijin untuk membuka loji di Tiku.

 Baca Juga: Kata Kata Pak Soekarno Yang Menggemparkan



 Semangat Aceh tak pernah padam untuk mengusir Portugis. Pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1639) semangat juang mempertahankan tanah air semakin meningkat. Bahkan masa pemerintahan ini mulai memutuskan hubungan dan menolak kehadiran VOC. Sultan Iskandar Muda adalah raja yang gagah berani dan bercita-cita mengenyahkan penjajahan asing.
   Dalam rangka melawan Portugis, Sultan Iskandar Muda berusaha melipatgandakan kekuatan pasukannya. Setelah mempersiapkan pasukannya,  pada tahun 1629 Iskandar Muda melancarkan serangan ke Malaka, Portugis sangat kewalahan menghadapi serangan ini, namun serangan Aceh kali ini belum bisa mengusir Portugis dari tanah Malaka. Namun pada tahun 1641 VOC berhasil mengusir Portugis dari Malaka dan bersekutu dengan kesultanan Johor.


Nah itulah kisah singkat tentang perlawanan rakyat Aceh semoga dapat bermanfaat :) Terima kasih
Wassalamu'alaikum wr.wb